Ekspedisi Corallium XXI: Pulau Menyawakan

Ekspedisi Corallium merupakan ekspedisi tahunan (baca juga: Ekspedisi Corallium XX ) yang diselenggarakan Marine Diving Club. Ekspedisi Corallium ialah kepanjangan dari ekspedisi Coral Millenium dimana ekspedisi ini diganti nama dari ekspedisi karimun jawa menjadi corallium di tahun 2000-an. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh anggota muda MDC dan menjadi ekspedisi pertama para peserta Open Recruitment MDC tersebut. Ekspedisi ini juga sebagai tahap terakhir dari open recruitment yang diselenggarakan oleh MDC. Pada tahap ini para anggota muda menjadi panitia pelaksana ekspedisi dan sebagai pembelajaran untuk kedepannya di berbagai kepanitiaan lainnya.

Ekspedisi Corallium ini merupakan Ekspedisi yang ke-21 oleh Marine Diving Club.Ekspedisi ini dilakukan di perairan Pulau Menyawakan dan Pulau Karimunjawa. Ekspedisi kami ini bertemakan ecotourism dimana terbagi atas 3 poin utama yaitu: Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang, Sustainable Seafood dan Sampah Plastik. 3 bulan lamanya kami, anggota MDC angkatan 26, mempersiapkan ekspedisi yang diselenggarakan selama 6 hari ini. Tidak hanya untuk menyelam atau sekedar jalan-jalan di Karimunjawa, tetapi kegiatan kami sangat banyak seperti aksi kampus dan wisatawan, pendataan ekosistem terumbu karang, parameter oseanografi, serta pendataan sosial ekonomi para nelayan di Karimun Jawa.

Pada tanggal 21 Agustus 2019, kami melaksanakan AKSI di kampus FPIK dan Student Center Universitas Diponegoro, Tembalang. sebagai kegiatan pra-ekspedisi. Aksi ini berupa edukasi kepada masyarakat, khususnya mahasiswa mengenai ketiga poin tema kami yaitu menjelaskan tentang bagaimana kerusakan karang itu terjadi dan hubungannya dengan pariwisata, bagaimana sustainable seafood itu bisa mempengaruhi pariwisata serta sampah plastik yang juga berpengaruh terhadap pariwisata. Awalnya kami hanya memiliki target keseluruhan 170 orang, namun diluar ekspektasi kami kami mendapatkan lebih yaitu hampir 300 orang pengunjung AKSI!

Selanjutnya di Hari H keberangkatan ekspedisi, rangkaian kegiatan pelepasan tim ekspedisi dilakukan di basecamp MDC. Pembukaan ini dibuka dengan adanya sabutan dari ketua Ekspedisi Corallium kami yaitu Eriska Florentina Manurung (MDC XXVI) dan perwakilan ketua MDC yaitu Nurhidayah (MDC XXIV). Pada hari yang sama, kami melakukan simulasi pendataan ikan dan karang sebagai persiapan dan pemantapan terakhir untuk kegiatan pendataan kami di Pulau Menyawakan nanti.

Kegiatan ekspedisi memang dirangkai sangat padat, kegiatan kami banyak dengan waktu yang terbatas. Setelah menempuh perjalanan 6 jam dengan kapal dari Jepara ke Karimunjawa, kami langsung melaksanakan diklat penyelaman di Pelabuhan Perintis, Karimunjawa. Diklat ini menjadi latihan menyelam terakhir sebelum kami akan turun di Pulau Menyawakan keesokan harinya. Selain itu, diklat pengambilan data parameter oseanografi juga dilakukan untuk merefresh ingatan kami. Hari tidak selesai disitu, setelah diklat kami melaksanakan AKSI dan pendataan sosial ekonomi terhadap wisatawan di Alun Alun Karimunjawa. Kami bertemu berbagai wisatawan lokal maupun mancanegara yang menceritakan pengalaman mereka berwisata di Pulau Karimunjawa. Tidak hanya kepada para wisatawan, kami juga melakukan pendataan sosial ekonomi kepada para nelayan lokal Karimunjawa.

Pendataan Sosial Ekonomi kepada Nelayan Karimunjawa
Pendataan Ekologi oleh Tim Ekspedisi di Pulau Menyawakan

Puncak dari kegiatan ekspedisi adalah kegiatan pendataaan ekosistem terumbu karang. Sebelum matahari menampakan diri, kami sudah mempersiapkan alat dan melakukan pemanasan. Kami melakukan pendataan di 4 site Pulau Menyawakan: Utara, Timur, Selatan, dan Barat sebagai representasi pulau selama 2 hari. Kami membagi tugas, ada yang mengambil data karang, ikan, megabenthos, dan parameter oseanografi.  Dihari ketiga dan keempat ekspedisi ini, kami terkena gelombang yang cukup kuat terutama di hari keempat kami terkena angin muson timur yang membuat sopek kami bergoyang dengan sangat keras. Tapi kendala tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk melakukan pendataan.

Kami bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKJ) untuk melakukan pemasangan mooring buoy di beberapa titik. Mooring buoy itu adalah pelampung tempat kapal mengikat tali kapalnya sehingga karang tidak rusak akibat jangkar yang dibuang semena mena oleh pemilik kapal. Mooring buoy dipasang di 3 titik pada perairan Pulau Menjangan Kecil, salah satu lokasi favorit untuk pariwisata di Karimunjawa.

Pada hari terakhir, kami meninggalkan sebuah kenang-kenangan di Karimunjawa yaitu sebuah spot foto! Pemasangan spot foto ini bertujuan agar para wisatawan dan masyarakat lebih peduli terhadap sampah dan lebih menjaga laut dengan baik. Pesermian spot foto ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk meresmikan. Setelah kegiatan peresmian, kami langsung kembali ke Jepara, lalu bertolak ke Semarang untuk pulang.

Berakhir sudah kegiatan ekspedisi kali ini. Lelah? Iya. Puas? Sangat! Senangnya dapat mengaplikasikan semua ilmu yang telah kami dapat selama tidak kurang dari 3 bulan. Dari ilmu penyelaman, ilmu identifikasi ikan dan karang, dan tentunya manajemen kegiatan ekspedisi. Pengalaman Ekspedisi Corallium ini merupakan pengalaman pertama kami, anggota MDC XXVI dan akan menjadi pengalaman yang selalu kami ingat.

Saksikan video kegiatan kami


Eriska Florentina Manurung (MDC XXVI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *