Senior Profile

Robin Sirait

Robin Sirait merupakan anggota Marine Diving Club Angkatan 16. Awalnya, Bang Robin mengikuti tahapan open recruitment MDC dengan alasan ingin mendalami dunia kelautan melalui ilmu penyelaman. Selain itu, melihat banyak figure dari senior di MDC yang menurutnya sangat menarik dan patut untuk dicontoh dengan berbagai macam profesi dan latar belakang pekerjaan. Bang Robin melihat bahwa soft skill menyelam yang dimiliki dengan masuk MDC, nantinya akan memiliki chance yang lebih besar di dunia pekerjaan.

Seiring berjalannya waktu, hingga menjadi salah satu pengurus MDC, Bang Robin mengaku sangat bersyukur karena sangat banyak pengalaman maupun ilmu yang didapat selama aktif di MDC. Beberapa ilmu yang sangat berguna di dunia kerja menurutnya adalah ilmu organisasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan dalam penyelesaian masalah (problem solving skills), serta memiliki mental yang kuat. Semua ilmu tersebut yang berperan penting dalam membentuk pribadi Bang Robin hingga menjadi seperti sekarang. Sempat bekerja selama 6 bulan di PT. ASMIN ADISENTOSA sebagai Teknisi Oseanografi dan saat ini, Bang Robin merupakan anggota TNI AD yang berdinas di Grup 1 PARAKO Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) yang memiliki sesanti Dhuaja “EKA WASTU BALADIKA” artinya Wadah Pertama Prajurit Pilihan yang bermarkas di Serang, Banten.

Tentunya, pencapaian Bang Robin tersebut tidak diraih dengan mudah. Dengan motto hidupnya yaitu “Do the best, God takes the rest”, sehingga selalu bersemangat dalam setiap kegiatan dan tanggung jawab yang diemban. Setelah sebelumnya sempat gagal dalam seleksi Akmil Tahun 2009 dan seleksi SEPA PK (Sekolah Perwira Prajurit Karier) TNI Tahun 2014 tidak membuat Bang Robin menyerah. Dengan doa dan usaha yang maksimal dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi SEPA PK TNI Tahun 2015, akhirnya Bang Robin dapat diterima dengan nilai yang sangat memuaskan. Setelah selesai Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier di Akademi Militer Magelang dan menjalani serangkaian pendidikan Perwira lanjutan lainnya hingga akhirnya berdinas di Grup 1 PARAKO KOPASSUS sampai saat ini. Bang Robin menyampaikan bahwa pencapaiannya tersebut tidak lepas dari apa yang ia dapatkan selama berorganisasi di MDC. “Segala yang kita lalui sebelumnya akan memberikan pelajaran dan membentuk mental kita ke depan. Contohnya kegiatan LPT saat berenang menyeberang ke Pulau Panjang. Kita sudah ngalamin duluan, jadinya saat nemenin adek-adek di bawah kita udah gak takut lagi”.

Terakhir, harapan Bang Robin untuk MDC kedepannya, baik pengurus maupun anggota yang aktif dan alumni harus selalu kompak dan berbagi informasi yang membangun. Karena apabila organisasi tidak berjalan kompak, maka akan hancur dengan sendirinya. Komunikasi harus terus berlangsung dan saling merangkul satu sama lain.

“Jangan pernah malas untuk tahu dalam hal apapun. Intinya harus terus belajar untuk mengasah diri dan jangan pernah takut untuk mencoba hal-hal yang baru untuk perkembangan organisasi MDC lebih baik kedepannya. Tetap Semangat !!! KOMANDO !!!!!" – Mas Robin Sirait, MDC angkatan 16.

Dinda Mazeda

Apakah diantara buddies tau senior yang satu ini? Yap! Mba Dinda Mazeda. Mahasiswa Oseanografi angkatan 2008, MDC 16. Saat ini bekerja sebagai environmental engineer. Support untuk project metocean monitoring.  Dulu hobi Mba Dinda bisa dibilang diving, tapi terkait pandemic ini lebih suka olahraga. Saat ini tinggal di Singapore, keadaan pandemic di Singapore bersifat lockdown tetapi lebih cenderung circuit breaker, limited banget untuk keluar, hanya beberapa tipe olahraga seperti jogging track dan gym sedikit lebih rileks untuk dijadikan olahraga yang menjadi hobinya Mba Dinda dikala pandemic ini.

Dari awal masuk oseanografi, Mba Dinda sama sekali belum bisa berenang, tidak familiar dengan kelautan.  Ketertarikan Mba Dinda pertama kali terhadap MDC yaitu ketika ada expo kelompok studi dan UKM se-Undip , ada salah satunya klub selam MDC. Publikasi MDC dulu gencar banget “ada senior menyelam di great barrier reef”. Menurut Mba Dinda, buat mahasiswa baru atau seseorang yang belum pernah menyelam sama sekali, hal itu sangatlah menarik baginya.

Menurut Mba Dinda mengenai MDC sendiri, wisdom MDC sangat menyerap dan kepake banget di dunia kerja khususnya critical thinking. Masih ada banyak juga seperti teamwork, dan leadership. Itu semua kepake banget. Kerja sama bener-bener dilatih banget dan merasa berbeda setidaknya dalam skill tertentu. “aku dan teman-teman merasa skill improvement nya bertambah” ujar Mba Dinda.

Great milestone saat di MDC menurut Mba Dinda adalah pada saat merasakan ReefCheck. Sangat tercipta banget sense of belonging -nya untuk angkatannya dan Mba Dinda sendiri.

Untuk MDC aku rasa harus tetep semangat, harus bisa adaptasi di tengah pandemic seperti ini” – Mba Dinda Mazeda, MDC angkatan 16.

Dwi Ariyoga Gautama

Dwi Ariyoga Gautama merupakan anggota Marine Diving Club angkatan 10.  Pada awalnya, mas Yoga memutuskan menjadi anggota MDC karena pada saat itu beliau mendapat motivasi dari senior dan ingin menyelam untuk melihat biota laut, serta keahlian selam masih menjadi “rare skills” pada saat itu. Tidak salah pilih, dengan bergabungnya mas Yoga menjadi anggota MDC beliau mendapatkan banyak pengalaman yang berkesan.

Pertama, melakukan ekspedisi carreta III bersama teman – teman Angkatan 10 ke TN Takabonerate. Kegiatan itu berkesan karen usaha dan kebersamaan dengan teman – teman  seperti ketika mempersiapkan ekspedisi carreta tersebut, mas yoga dan teman – teman pada awalnya hanya bermodalkan kontak kepala balai disana. Serta berjejaring dengan teman – teman di Unhas dan taman nasional” ujar mas Yoga.

Kedua, menyelenggarakan reefcheck dengan berbagai peserta dan mendapatkan sponsor. Seluruh Angkatan 10 gratis ikut. Selanjutnya mas yoga juga pernah menjadi danus  sampai jualan di pasar, akhirnya dapat untung banyak. Adanya anak ikan dan anak karang ternyata di mulai oleh Angkatannya mas Yoga. Bahkan dulu ada peminatan fotography.

Sedikit “fun fact” Angkatan mas Yoga ini ternyata Angkatan pertama yang menginisiasi nyebrang, finswimming dari teluk awur ke jepara. Awal bisa terjadi hal tersebut sebenearnya dikarenakan ditantangi oleh Pak Agus karena beliau biasa nyberang. Sehingga pas LPT Angkatan 11mereka menyebrang ke p Panjang. Tampaknya MDC sangat melekat di hati mas Yoga, dapat dilihat dari banyaknya pengalaman yang tak terlupakan.  Saat ini mas Yoga berkerja di UNDP project ATSEA-2, mengelola program dibidang kelautan dan perikanan diwilayah Perairan Arafura dan Timor.

Terkahir, berikut harapan mas Yoga untuk MDC kedepannya. Di MDC kita membentuk karakter, hal tersulit dalam bidang pendidikan. Melalui MDC semoga bisa menghasilkan anak2 tangguh yang tidak mudah menyerah dimana pun kalian berada, siap  mengawal adek2nya ketika ada waktu kosong. MDC sudah harus mulai berjejaring dengan mitra profesional ataupun jejaring senior. Technical skill dalam pendataan bisa ditingkatkan menjadi bagian dalam pekerjaan profesional sehingga membantu portofolio CV kalian kedepannya didunia kerja. Yang penting mau bergabung dengan niat menambah pengalaman, jejaring dan ilmu-ilmu baru yang kelak akan berguna.

Eka Rafsanjani

Eka Rafsanjani, lebih akrab dipanggil "Bon" atau "Centriscus". Ia mengenal MDC awalnya karena Iqbal (MDC 18) saat sosialisasi oprec MDC orangnya memiliki wibawa yang besar serta cara berpikir dan berbicaranya yang bagus sehingga Eka mau masuk MDC, dengan motto "Hidup Jangan Nanggung!".

Menurutnya, banyak sekali pengalaman yang didapat di MDC. Pengalaman teknik negosiasi di MDC diajari bagaimana cara untuk berani berbicara dan mengenali lawan berbicara sehingga dapat memenangkan argumen, pengalaman organisasi yang lebih kompleks dari organisasi lain dan lebih terstruktur. Mulai dari penyusunan konsep dasar, timeline, konsep per sie, dan cara berpikir dari kemungkinan yang paling buruk. Pada klub selam tentunya mendapat keahlian selam dari yang harus mahal sampai gratis cuman nyiapin badan saja di MDC juga tidak hanya mendapatkan ilmu tentang scientific diving tetapi juga keahlian lain seperti fotografi dan desain grafis yang saya dapatkan dari MDC. Dapat mengenal lebih dekat dosen dan institusi luar lewat keahlian selam yang dimiliki, serta bonusnya, bisa mendapatkan uang dari keahlian-keahlian yang didapat dari MDC.

Pengalaman paling berkesan bagi Eka adalah menjadi ketua Corallium karena tidak menyangka bakal lebih kompleks susunan acaranya. Dari ketua ini Eka merasakan dirinya mengalami perubahan mulai dari cara berbicara,berpikir,bersikap dan segalanya perlu dipikirkan baik baik terlebih dahulu. Pengalaman selam di pesisir pantai utara karena kondisi laut yang zero visibility sehingga dari pengalaman ini bang eka mendapatkan pengalaman navigasi, kontrol pikiran, dan emosi yang lebih baik.

Harapannya untuk MDC kedepan, MDC harus mengikuti zaman karena MDC itu sebuah organisasi dimana anggota tidak dibayar, MDC harus memberi materil jangan sampai nilai penting dari organisasi hilang yaitu kekeluargaan dan kekompakan.

 

Siti Yasmina Enita

Siti Yasmina Enita atau lebih akrab dipanggil oleh teman – teman adalah Syenit. Sosok wanita cantik, lembut dan berprestasi tentunya.  Syenit memiliki hobi menggambar dengan motto yang tertanam dalam hidupnya yaitu “ Tidak semua hal harus kita diketahui “. Siti Yamina Enita menempuh pendidikan sarjana di Departemen Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang tahun 2013. Dalam perkuliahannya, Syenit mengikuti open recruitmen organisasi Marine Diving Club pada tahun 2014 dan terdaftar menjadi anggota Marine Diving Club pada bulan November 2014.

Alasan Syenit mengikuti dan memilih menjadi anggota Marine Diving Club itu sendiri yaitu, “karena dulu mencari kegiatan yang banyak ketemu hewan “  ujarnya dalam wawancara yang dilakukan, hewan yang dimaksud hewan laut sepertinya. Menjadi bagian dari Marine Diving Club tentunya bukan hal mudah, justru penuh tantangan dan tekad yang kuat untuk menjadi bagian dari mereka. Pengalaman yang paling diingat oleh Syenit sendiri yaitu ketika Marine Diving Club menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk “Prevent Extinction, Do Conservation“ yang mengundang Nadine Chandrawinata sebagai pemateri dalam seminar tersebut.

Manfaat serta keuntungan yang dirasakan oleh Syenit menjadi anggota Marine Diving Club ada banyak sekali salah satunya yaitu belajar lebih dalam hal praktek dan materi tentunya serta mendapatkan pengalaman liburan yang lebih. Pengalaman - pengalaman berkesan yang dirasakan Syenit tentunya ketika pertama kali melakukan diving di laut ketika Ekspedisi Corallium di Pulau Nyamuk, seperti yang dikatakan oleh Syenit, “Bahagia banget rasanya kaya terbang ngelewatin terumbu karang yang warna – warni, dan kebetulan mendapatkan tempat yang perairannya jernih, maklum lah dulu belum pernah nyelam kemana – mana jadi Karimun Jawa dirasa bagus banget.“. Pengalaman lain yang berkesan lainnya yaitu ketika bertemu hiu paus atau yang sering kita sebut dengan whale shark, pengalaman ini bukan cenderung ke diving tapi lebih ke freedive.

Sila Kartika Sari

Sila Kartika merupakan Mahasiswa FPIK Universitas Diponegoro yang masuk pada tahun 2011 yang kemudian masuk kedalam kelompok studi Marine Diving Club (MDC) pada tahun 2013. Beliau merupakan bagian dari MDC 19 dan menjadi Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan.

Awalnya, Sila ingin ikut MDC karena baju seragamnya keren, kemudian dia melihat beberapa faktor lain seperti mata kuliah, ketertarikannya pada biologi organisme laut, dan apa yang ditawarkan oleh MDC. Menurut Sila terdapat beberapa keuntungan masuk MDC dimana diantaranya adalah perkembangan karakter dan soft skill. Perkembangan karakter yang dimaksud adalah etiket bekerja serta rasa tanggung jawab.

Pengalaman yang paling diingat adalah pada Ekspedisi Corallium, dimana kompresor yang dibawa untuk membantu dalam pengisian tabung tidak dapat digunakan karena rusak, dengan wilayah ekspedisinya yang berada di Pulau Parang dan jauh dari dive shop manapun serta kondisi listrik yang hanya menyala pada waktu tertentu. Harapan beliau untuk MDC kedepannya adalah janganlah sebuah angkatan MDC bersifat eksklusif, carilah ilmu sedalam-dalamnya, dan paham bahwa sebuah angkatan baru membuthkan senior (pembimbing) untuk membantu belajar dari ilmu-ilmunya

M. Abdul Hakim

Anggota MDC 21 ini lahir di Magelang. Dulu, awal mas yang memiliki hobi menabung ini mendaftar MDC karena menurutnya klub ini keren. Setelah menjadi anggota, keuntungan yang beliau dapat yaitu bisa jalan jalan gratis, penelitian gratis, serta sering ditraktir makan oleh para senior. Selama menjadi anggota MDC, pengalaman yang paling berkesannya adalah saat menjadi Ketua Ekspedisi Carreta X Savu. Harapannya untuk MDC adalah bahwa semoga anggota MDC tetap aktif dan mau berkreasi

Corina Dewi Ruswanti

Corina atau yang akrab dipanggil Ririn merupakan anggota dari MDC 21. Gadis kelahiran Bogor ini memiliki hobi berolahraga, kulineran dan travelling. Hal ini beserta kesenangannya terhadap renanglah yang kemudian mendorongnya untuk masuk Marine Diving Club. Alasannya memasuki MDC adalah ketika bertemu dengan senior MDC dari komunitas Bogor yaitu Jaka (MDC 20) yang pada saat itu menggunakan baju dinas MDC dimana menurutnya, baju itu keren. Ririn yang pada saat itu hanya bertanya, ‘itu baju dinas apa?’ dijawab sekaligus ajakan dari kak Jaka, ‘MDC, nanti daftar ya!’. Keinginannya semakin kuat ketika bertemu dengan senior-senior MDC lainnya yang sudah pergi kemana-mana, ditambah tujuannya melanjutkan studi di jurusan Ilmu Kelautan ini yaitu ingin jalan-jalan di daerah pesisir.

Ririn merasa bahwa dengan dirinya mengikuti MDC banyak sekali manfaat yang ia dapatkan, diantaranya adalah pembentukan jati diri, sikap, perilaku, dan tentunya kedisiplinan yang dijunjung tinggi di MDC. Hal yang ia dapatkan di MDC ini beserta kerja secara rapi, tepat waktu dan detail kemudian ia bawa hingga sekarang, sehingga di lingkungan kerjapun ia kerjakan secara terstruktur. Tentunya, koneksi yang didapat di MDC sangat banyak, selain koneksi, tentunya ilmu yang didapat di MDC tidak dapat terhitung seberapa banyak seperti ketika teman-teman lain belum tau apa-apa, di MDC diajarkan genus ikan, lifeform karang. Lalu tentunya juga menambah keluarga di MDC, teman-teman, kakak-kakak serta adik-adik yang solid dan keep contact walaupun tersebar diseluruh Indonesia.

Diantara panjangnya perjalanan yang pernah ia alami bersama MDC sejak 2014, pengalaman yang paling terkenang adalah ketika menjadi peserta oprec serta menjadi panitia oprec. Pengalaman paling berkesannya ialah ketika menjalani Ekspedisi Caretta dimana ia banyak belajar dari kondisi air untuk menyelam yang bervariasi. Ada yang substratnya berlumpur sehingga ketika descend sangat gelap jadi harus merhatiin fins buddy  yang didepan supaya tidak terpencar. Pernah juga ketika pulang dari suatu site terlalu malam dan penginapannya tidak memiliki dermaga sehingga harus berenang sampai pantai bermodalkan dry bag, masker, booties dan senter.

Ia berpesan semoga MDC bisa terus berkarya, berinovasi, eksis di dunia diving dan kelautan. Semoga sebagai anggota bisa terus menjaga citra MDC dan nama baik organisasi kemanapun berada.

Miko Budiraharjo

Miko mengenal MDC sebelum mengenal Ilmu Kelautan Undip. Saat itu tahun 2007 saat MDC memecahkan rekor MURI untuk catur bawah laut. Saat itu beliau masih SMA. Dari itu, beliau mengenal MDC dan ketika bergabung dengan ilmu kelautan beliau juga bergabung dengan MDC. Beliau bergabung dengan MDC pada April tahun 2009 yaitu pada saat beliau semester 3 dan dilantik menjadi anggota MDC pada Januari 2010.

Menurut beliau, banyak hal luar biasa beliau rasakan ketika mengikuti rekrutmen MDC. Tahapan-tahapan rekrutmen yang awalnya dirasa berat ternyata banyak memiliki dampak besar baginya maupun kawan-kawan satu angkatannya. Pasalnya, melalui tempaan pada saat rekrutmen itu beliau merasa bahwa disitulah kekuatan satu angkatan terbentuk. Yang paling beliau dan kawan-kawan rasakan yaitu ketika menjalankan kepanitiaan Reef Check tahun 2010. Beliau megklaim Reef Check 2010 sebagai salah satu kegiatan Reef Check  yang paling berhasil. Pada saat itu, kegiatan tersebut diliput dalam televisi nasional dan memecahkan rekor MURI untuk kuliah bawah laut.

Pesannya adalah untuk tetap berpikir liar, maksudnya berpikirlah sekreatif mungkin. Melalui pemikiran-pemikiran liar tersebut terkadang muncul banyak ide luar biasa. Lalu ide tersebut bersama MDC dituangkan menjadi rencana terstruktur dan diwujudkan menjadi nyata. Jangan pernah merasa lelah untuk berpikir. Tetaplah bisa berpikir dalam kondisi apapun.

Agus Trianto

Pak Agus Trianto atau yang lebih dikenal dengan dengan panggilan Pak AT adalah dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro yang juga merupakan senior Marine Diving Club angkatan pertama. Pak AT merupakan salah satu senior pendiri Marine Diving Club. Pak AT lahir pada tanggal 23 Maret 1969 di Purbalingga dan kini bertempat tinggal di Jln. Karangrejo 5D No. 1, Banyumanik, Semarang. Beliau menempuh pendidikan S1 Ilmu Kelautan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Dipinegoro dan melanjutkan studi S2 dan S3 nya di University of the Ryukyus, Jepang.

Selam menjadi menjadi salah satu olahraga yang menjadi hobbi Pak AT. Motivasi Pak AT dalam mengikuti klub selam adalah adanya rasa tertantang dan sebagai bekal untuk kedepannya dalam melakukan pekerjaan dan penelitian. Seringnya menyelam, dari Sabang sampai Meraoke sudah pernah Pak AT rasakan dimana Alor menjadi tempat penyelaman yang berkesan dengan arusnya yang kuat. Keuntungan yang di dapat dari menjadi anggota MDC bagi Pak AT adalah adanya pengalaman berorganisasi, memiliki banyak teman, dan mendapat banyak pengalaman dimana pengalaman yang paling berkesan di MDC sampai saat ini yaitu saat melakukan survey ke Bawean. Survey ke Bawean menjadi sangan berkesan dimana dari sedikitnya informasi yang didapat butuh 4 jam untuk sampai di lokasi, tapi ternyata dibutuhkan waktu 14 jam perjalanan, total perjalanan menghabiskan waktu 20 jam karena adanya badai dalam perjalanan. Bagi Pak AT menyelam di Karimunjawa juga sudah sangat berkesan, dimana dapat melihat ikan-ikan besar.

Harapan Pak AT  untuk MDC kedepannya adalah MDC lebih mandiri, memiliki sumber uang sendiri, publikasi semakin bagus. Dimana dengan memiliki sumber uang sendiri sehingga dapat pergi kemana-mana secara gratis. Publikasi yang bagus dan sumber uang sendiri, keduanya saling mengunci dimana publikasi bagus akan menghasilkan uang, begitupun sebaliknya uang banya karena ada publikasi yang bagus. Jika keduanya tercapai MDC makin Top.