Bayangkan seekor cacing transparan sepanjang 4 sentimeter, dengan mahkota insang berwarna merah darah yang menyembul dari celah-celah tulang paus di kedalaman hampir 3 kilometer. Ia bukan pemangsa, bukan pengurai biasa. Ia adalah Osedax rubiplumus, atau dikenal sebagai “cacing pemakan tulang”.
Ditemukan pertama kali pada Januari 2002 di Monterey Bay, California, di kedalaman 2.891 meter. Bukan hanya karena penampilannya yang seperti makhluk fiksi ilmiah, tapi karena strategi bertahan hidupnya, ia memakan tulang paus yang telah mati.
Tanpa Mulut, Tanpa Usus Tapi Bisa “Makan” Tulang
Salah satu fakta paling mencengangkan tentang Osedax rubiplumus adalah tidak memiliki mulut atau saluran pencernaan sama sekali. Lalu, bagaimana ia makan?
Jawabannya terletak pada sistem akar bercabang di ujung tubuhnya yang menembus tulang paus seperti akar tumbuhan. Di dalam jaringan akar ini, tersembunyi simbion bakteri heterotrofik dari ordo Oceanospirillales, bakteri yang mampu mengurai kolagen dan lemak di dalam sumsum tulang. Cacing ini tidak “makan” tulang secara langsung, ia menyewa mikroba untuk mencernakan tulang baginya, lalu menyerap nutrisi hasil pencernaan tersebut.
Cacing ini adalah satu-satunya contoh simbiosis heterotrofik di antara cacing laut dalam. Keluarganya, seperti cacing ventilasi hidrotermal (Riftia pachyptila), menggunakan bakteri kemosintetik untuk mengubah hidrogen sulfida jadi energi. Tapi Osedax justru mengandalkan bakteri pengurai organik, menjadikannya penghubung penting dalam daur ulang nutrisi di ekosistem laut dalam.
Bukan Cacing Biasa: Betina Raksasa dan Jantan Kerdil yang Langka
Jika kamu melihat Osedax rubiplumus di dasar laut, yang tampak hanyalah betina dengan tubuh transparan dan palps (insang) merah mencolok. Tapi di dalam tabungnya yang halus, puluhan hingga ratusan jantan mikroskopis tinggal berdempetan.
Jantan Osedax adalah dwarf males (jantan kerdil) yang ukurannya hanya 0,4–1,1 mm, jauh lebih kecil daripada betina (hingga 38 mm). Mereka tidak makan, tidak berkeliaran, mereka hanya menghasilkan sperma sepanjang hidup. Yang lebih menakjubkan, jantan ini mempertahankan ciri larva (paedomorfik) yakni memiliki prototroch (cincin silia khas larva) dan chaetae berbentuk kait di ujung tubuhnya. Dalam satu betina dewasa, ilmuwan pernah menemukan 111 jantan! Rasio kelamin bisa mencapai 17:1 (jantan:betina), dan jumlah jantan berkorelasi positif dengan ukuran betina. Ini mengarah pada dugaan bahwa jenis kelamin ditentukan oleh lingkungan:
- Larva yang mendarat di tulang → menjadi betina
- Larva yang mendarat di tabung betina → menjadi jantan
Menggali Tulang dengan Pola Unik: Boran Berbentuk Bola
Tidak seperti cacing lain yang hanya menempel di permukaan, Osedax rubiplumus menggali tulang menggunakan akarnya. Penelitian Higgs et al. (2014) menggunakan mikro-CT scan mengungkap bentuk boran (lubang galian) yang sangat khas yakni berbentuk bola melebar tepat di bawah permukaan tulang, berdiameter ruang utama 3,2–4,6 mm, memiliki mulut boran (aperture) hanya 1,3–1,6 mm, dan tabung masuk sangat pendek sekitar 0,5 mm.

Osedax rubiplumus tidak menembus jauh ke dalam tulang, melainkan menggerogoti lapisan dekat permukaan. Boran ini melindungi ovarium dan menjadi tempat persembunyian saat terganggu. Bukan hanya alat makan, tapi juga rumah sekaligus benteng.
Simbol Kehidupan di Tempat Paling Tak Terduga
Osedax rubiplumus adalah bukti bahwa alam selalu menemukan cara untuk bertahan, bahkan di tempat paling gelap, paling sepi, dan paling tak terjangkau di Bumi. Ia mengajarkan kita bahwa kematian bisa menjadi sumber kehidupan, kerja sama mikroba bisa menggantikan organ tubuh, reproduksi ekstrem bisa jadi kunci sukses di lingkungan langka, dan sejarah evolusi bisa tersembunyi di dalam tulang.
Di tengah ancaman perubahan iklim dan kehilangan keanekaragaman hayati, Osedax mengingatkan kita bahwa laut dalam masih menyimpan ribuan misteri dan setiap spesies, sekecil apa pun, berperan penting dalam jaring kehidupan global.
REFERENSI
Higgs, N. D., Glover, A. G., Dahlgren, T. G., Smith, C. R., Fujiwara, Y., Pradillon, F., … and Little, C. T., 2014. The Morphological Diversity Of Osedax Worm Borings (Annelida: Siboglinidae). Journal of the Marine Biological Association of the United Kingdom, 94(7): 1429-1439.
Rouse, G. W., Goffredi, S. K. and Vrijenhoek, R. C., 2004. Osedax: Bone-Eating Marine Worms With Dwarf Males. Science, 305(5684): 668-671.

